Posts

Showing posts with the label EKONOMI

Viral Tukang Las Ditagih Bayar Listrik Sampai Rp20 Juta, Netizen : Ngelas Kapal Induk?

Image
Berita islam - Belakangan, tidak sedikit pelanggan PLN yang mengeluhkan adanya peningkatan tagihan listrik. Banyak dari warganet yang kemudian menyuarakan keluhannya ini di media sosial. Salah satunya yang disampaikan akun Twitter @MudjiburRohman yang mengkritisi tagar #TagihanPLNOkSaja. Menurutnya, membengkaknya tagihan listrik saat ini benar telah dirasakan sebagian masyarakat dan sangat memberatkan. “Laah #TagihanPLNOkSaja nd*smu… Nih tukang las dengan daya 23Kva, ditagih 20 juta. Memangnya ngelas kapal Induk ??” ujarnya. Dalam cuitannya, ia juga mengunggah jepretan layar postingan akun Teguh Wuryanto di Facebook. Dalam unggahan tersebut, Teguh menyampaikan keluhan meningkatnya tagihan listrik secara besar. “Nama saya Teguh Wuryanto, sebagai pelanggan PLN Nomer 513010180722, Tarif I2, Daya 23 KVA, berada di wilayah Lawang Kabupaten Malang Jawa Timur. Saya adalah pelanggan PLN sejak tahun 1997 (sudah 23 tahun), dan usaha saya adalah Bengkel Las (UMKM). Selama menjadi pelanggan PLN 2...

Sejarah Pahit, RI Pernah Punya Pengalaman Ngeri Kebanyakan Cetak Uang

Image
Berita islam - Badan Anggaran DPR RI mengusulkan Bank Indonesia (BI) dan pemerintah mencetak uang untuk menutupi kebutuhan anggaran yang membengkak akibat wabah COVID-19. Usulan itu menuai perdebatan lantaran dampak negatif yang bisa dihasilkan. Sebenarnya Indonesia pernah melakukan cetak uang dalam jumlah besar pada masa periode demokrasi terpimpin. Saat itu Indonesia sedang membutuhkan dana besar untuk berbagai kebutuhan. "Iya pernah, pada periode tahun 1957-1965 atau masa demokrasi terpimpin. Saat itu kebutuhan untuk belanja negara begitu besar karena ada pos prioritas politik yang digunakan untuk operasi keamanan, subsidi BUMN dan swasta, dan lain-lain," kata Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Yusuf Rendy Manilet saat dihubungi detikcom, Minggu (10/5/2020). Saat itu, lanjut Yusuf, BI tidak se-independen saat ini. BI harus mendukung kegiatan pemerintah, termasuk untuk mencetak uang. Penerimaan negara saat itu tidak mencukupi disaat kebutuhan belanja semakin membe...

Zimbabwe Contoh Nyata Bahayanya Kebanyakan Cetak Uang, Nilai Uang Jadi Tak Berharga!

Image
Berita islam - Wabah virus Corona atau COVID-19 telah membuat pemerintah RI harus mengeluarkan anggaran yang cukup besar untuk menangani dampaknya. Defisit anggaran diyakini akan melebar signifikan karena wabah ini. Badan Anggaran DPR RI pun mengusulkan kepada pemerintah dan Bank Indonesia (BI) untuk mencetak uang hingga Rp 600 triliun. Tujuannya untuk menyelamatkan ekonomi Indonesia dari akibat yang ditimbulkan Ketua Badan Anggaran MH Said Abdullah mengatakan pemerintah telah mengambil langkah langkah dalam penanganan untuk mengatasi pandemi virus corona, baik penanganan yang berkaitan dengan penanganan kesehatan masyarakat, maupun penanganan akibat dampak ekonominya. "Namun melihat besarnya kebutuhan pembiayaan yang diperlukan, Badan Anggaran DPR RI memperkirakan skenario penganggaran yang direncanakan pemerintah tampaknya kurang mencukupi," ujarnya dalam keterangan tertulis. Menurutnya hal itu berdasar pada dua hal yakni ancaman terhadap keringnya likuiditas perbankan seb...

Pemerintah Terbitkan Surat Utang Rp697,3 triliun, Sebagian untuk Bayar Utang Jatuh Tempo

Image
Berita islam - Beban berat anggaran negara akibat wabah Corona, mau tak mau harus ditutup dengan utang karena pendapatan negara menurun. Untuk menutup defisit, pemerintah akan menerbitkan Surat Berharga Negara (SBN) senilai total Rp697,3 triliun hingga akhir 2020. Penerbitan surat utang dilakukan melalui lelang pasar domestik, SBN ritel, private placement dan penerbitan SBN valas. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam jumpa pers daring di Jakarta, Jumat (8/5) merinci penerbitan surat utang yang akan dilakukan mulai periode Mei hingga Desember 2020 itu untuk membayar utang bruto Rp1.439,8 triliun. Utang bruto itu terdiri dari pembiayaan defisit Rp852,9 triliun, pembiayaan investasi Rp153,5 triliun dan utang jatuh tempo tahun ini Rp433,4 triliun. Untuk pembiayaan defisit sebesar Rp852,9 triliun itu merupakan defisit fiskal sebesar 5,07 persen yang termasuk di dalamnya untuk penanganan COVID-19. Menkeu menjelaskan untuk periode Mei-Desember 2020 rata-rata lelang SBN yaitu surat ut...

Walau Ada Virus Corona, Pemerintah Impor Bawang Putih 103.000 ton dari China

Image
Berita islam - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pertanian telah menerbitkan izin Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH) untuk bawang putih sebesar 103.000 ton dari China. Direktur Jenderal Hortikultura Kementan Prihasto Setyanto mengatakan penerbitan izin impor ini dilakukan karena stok bawang putih di dalam negeri kian menipis, yakni 70.000 ton. Stok tersebut hanya mampu memenuhi kebutuhan sampai pertengahan Maret mendatang. "Stok kurang lebih 70.000 ton. Jadi sampai bulan Maret itu sebetulnya dari stok masih cukup, tetapi kita sudah buka (impor) untuk mengantisipasi sampai dua-tiga bulan ke depan," kata Prihasto saat ditemui usai Rapat Dengar Pendapat Komisi IV DPR di Jakarta, Senin. Prihasto memperkirakan impor bawang putih sebesar 103.000 ton tersebut dapat memenuhi kebutuhan sampai 2-3 bulan ke depan. Ada pun kebutuhan konsumsi bawang putih nasional mencapai 560.000-850.000 ton per tahun atau sekitar 47.000 ton per bulan. Sebagai informasi, produksi bawang...

Jokowi: Pertumbuhan Ekonomi Harus Disyukuri, Kalau Enggak, Kufur Nikmat

Image
Presiden Joko Widodo atau Jokowi memamerkan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tetap di atas 5 persen. Saat berpidato dalam Kongres II Projo, Jokowi meminta  ribuan relawannya itu bersyukur atas capaian ini. Menurut Jokowi, menjaga pertumbuhan ekonomi stabil seperti saat ini bukan hal yang mudah. Alasannya, perekonomian global saat ini sedang tertekan dan tidak stabil. "Kalau ada yang enggak mensyukuri pertumbuhan ekonomi itu namanya enggak ngerti, dan itu namanya kufur nikmat," kata Jokowi di JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Sabtu, 7 Desember 2019. Jokowi mencontohkan, di antara negara-negara anggota G20, pertumbuhan ekonomi Indonesia merupakan urutan tertinggi kedua. Selain itu, Indonesia masih bisa menjaganya meski banyak negara lain yang mengalami resesi. "Ini patut kita syukuri. Ini bukan hal mudah saat dunia dalam posisi tidak normal. Kalau posisi normal kita punya kesempatan tumbuh lebih baik," ujar dia. Dalam sambutannya, Jokowi juga mengajak para relawan untuk m...

Waspada Liberalisasi Sumber Daya Alam Berkedok Investasi di Cilacap

Image
Oleh : Jafisa ( Aktifis Remaja dan Penanggung Jawab Pena Muslimah Cilacap ) Sebagai kabupaten terluas di Provinsi Jawa Tengah, Cilacap memiliki beragam peluang investasi. Hal tersebut disampaikan Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji saat menerima kunjungan Duta Besar dan Diplomat dari beberapa negara sahabat, di Pendopo Wijayakusuma Cilacap, Sabtu (20/10/2018) malam. “Di Cilacap ada 32 ribu hektar lahan yang siap dikembangkan menjadi kawasan industri. Selain itu kami juga memiliki berbagai sektor dengan peluang investasi yang menjanjikan”, kata Bupati. Pernyataan tersebut didukung oleh data pertumbuhan ekonomi yang dipaparkan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPT SP) Kabupaten Cilacap, Budi Santosa. Tercatat laju pertumbuhan ekonomi sekitar 5 % pada periode 2012 – 2017, sehingga cukup mantap untuk mendukung foreign investment (investasi asing). “Hal ini dibuktikan dengan realisasi investasi. Dari target sekitar Rp 800 miliar per tahun, pada 2016 bahkan ter...

Hihihi, Masalah Negeri Ternyata Bukan Rasikal Radikul, Tapi Urusan Import Cangkul

Image
" Gimana kita masih senang impor padahal kita defisit neraca perdagangan, CAD (Current Account Deficit) kita masih defisit. kok kita masih hobi impor ya kebangetan banget. Uangnya pemerintah lagi, kebangetan banget. Misalnya urusan pacul, cangkul, masak masih impor ." [Jokowi, 06/11/2019] Tara ? Dadadadada ? Setelah bosan menabuh genderang radikal radikul, kini Jokowi membahas cangkul. Jokowi menyindir Presiden Indonesia yang hobi Import, menurutnya itu kebangetan banget. Bahkan, Jokowi lebih tahu banyak data negara ketimbang Presiden. Menurut Jokowi, negara defisit neraca perdagangan, CAD (Current Account Deficit) kita masih defisit. Kebangetan banget hobi Import. Sampai urusan pacul, cangkul mencangkul, masak memasak masih Import. Jokowi juga komplain ke Presiden, Uangnya pemerintah lagi, kebangetan banget. Benar-benar kebangetan. Apakah Presiden tidak tahu data Import ? Kenapa Presiden buka keran Import ? Kenapa Presiden tidak dorong industri dalam negeri sampai pacul saja...

Jokowi Sindir Pacul Masih Import, Kebangetan Banget!

Image
cangkul pak tani Presiden Joko Widodo membuka Rapat Koordinasi Nasional Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Tahun 2019. Dalam kesempatan itu, Jokowi sempat menyindir bahwa kebanyakan pacul dan cangkul yang ada di Indonesia adalah produk impor. "Misalnya urusan pacul, cangkul, masak masih impor," kata Jokowi bernada tinggi di Gedung Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Rabu (6/11). Jokowi bilang, harusnya urusan pacul atau cangkul bisa diproduksi oleh unit Usaha Kecil Menengah (UKM). Pasar cangkul di Indonesia sendiri sangat besar yang harusnya bisa diproduksi di dalam negeri. "Apakah tidak bisa didesain industri UKM kita? Kamu buat pacul. Tahun depan saya beli ini puluhan ribu, ratusan ribu cangkul yang dibutuhkan masih impor. Apakah negara kita yang sebesar ini industrinya yang sudah berkembang benar, pacul cangkul (saja) harus impor?" tegas Jokowi dengan nada tinggi. Jokowi menjelaskan impor memang lebih praktis dan murah. Tapi bahayanya bisa mengakibat...

Tingkat Pengangguran Tinggi dan Ancaman Bonus Demografi

Image
Oleh Ainul Mizan Badan Pusat Statistik (BPS) melangsir bahwa tingkat pengangguran di Indonesia berada di titik 5,01 %pada tengah tahun 2019 (www.kaltimtoday.co, Sabtu 12/10/2019). Artinya ada 5,01 % penduduk usiaproduktif yang menganggur (6,82 juta jiwa). Angka ini disebut membaik dibandingkan posisi Februari 2018 yakni 5,13 % (6,87 juta jiwa) (www.cnnindonesia.com, 6 Mei 2019). Walaupun dikatakan angka 5,01 % itu menurun, pemerintah hendaknya tetap waspada pada 2 kondisi yang berpotensi menyebabkan bangkrutnya ekonomi Indonesia. Kedua kondisi tersebut adalah bahwa angka pengangguran 5,01 persen ini adalah tingkat pengangguran terbuka. Sedangkan pekerjaan penduduk didominasi oleh bidang informal. Tentunya sektor informal berpotensi menambah angka pengangguran. Penghasilan yang didapatkan bukanlah konstan, tapi fluktuatif. Banyak usia produktif yang saat ini menekuni profesi sebagai driver ojol, sebagai contoh. Hal ini akan linear terhadap tingkatberkurangnya pajak penghasilan bagi nega...